PKH KSB PEDULI BATU ROTOK

PKH KSB PEDULI BATU ROTOK

Hari ini (4/12/20) SDM PKH Kabupaten Sumbawa Barat menyalurkan bantuan social berupa uang sebesar Rp.13.100.000,- (Tiga belas juta seratus ribu rupiah) kepada Korban Kebakaran Desa Batu Rotok Kabupaten Sumbawa.

Bantuan tersebut merupakan donasi dari para Keluarga Penerima Manfaat PKH dan SDM PKH Kabupaten Sumbawa Barat yang disalurkan melalui Pelaksana PKH Kabupaten Sumbawa.

“Bantuan ini semoga bermanfaat bagi korban kebakaran serta menjadi amal jariyyah bagi donatur di akherat kelak” kata Koordinator PPKH Kabupaten Sumbawa Barat.

MENSOS SALURKAN BSB UNTUK KPM PKH KSB

MENSOS SALURKAN BSB UNTUK KPM PKH KSB

Hari ini (1/10/20) telah dilaksanakan launching Bantuan Sosial Beras (BSB) di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan BSB secara simbolis kepada 5 perwakilan Keluarga Penerima Manfaat PKH.

Bantuan Sosial Beras (BSB) merupakan bantuan dari Kementerian Sosial RI untuk keluarga Penerima Manfaat PKH di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Sumbawa Barat akan disalurkan kepada 6.357 Keluarga berdasarkan data bayar bantuan PKH bulan Juli 2020.

Turut hadir pada kegiatan diatas adalah Pimpinan Wilayah BULOG Sumbawa, Koordinator Wilayah PKH NTB, Koordinator Transporter DNR serta segenap jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat.

Usai dilakukan launching acara dilanjutkan dengan pelepasan bbrapa kendaraan Truk yang bertugas mengantarkan bantuan pada titik yang sudah ditentukan di 8 kecamatan. Tak lupa juga peran Pendamping PKH ikut serta dalam penyaluran bantuan.

Uji Temu Arsip 3 Detik

Uji Temu Arsip 3 Detik

Hari Senin, 6 Januari 2020 pukul 08.30 Wita merupakan jadwal Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat yang di berikan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat dalam “Uji Temu Arsip 3 Detik”.

Tim Penguji kali ini adalah Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Drs. H. Syamsul Kamil, M.M., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dr. H. Syaifuddin, Pejabat Fungsional Arsiparis Yuyun Darmi, S.E., Dinas Arsip dan Perpustakaan KSB, dan Kepala Seksi Pengembangan Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan KSB.

Tim Teknis Penataan dan Pengelolaan Arsip di Lingkungan Dinas Sosial KSB Tahun 2019 yaitu Hayatunnur sebagai Penanggung Jawab Pengelola Arsip Inaktif Dinas, dan Anggota Pengelola Arsip Inaktif Dinas antara lain Losia Ulfah, A. Md., Sri Susanti, S.E., Desi Muslimatul Hasanah, S.E., Siti Maryam, dan Sumiati, A.Md.

Yang diuji dalam kegiatan ini adalah “Kecepatan dan Ketepatan dalam mencari arsip/berkas atau dokumen dalam waktu 3 minimal detik” dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dinyatakan berhasil. “Hal ini tentu saja tidak lepas dari bimbingan dan arahan Pejabat Fungsional Arsiparis Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Ibu Yuyun Darmi, SE., yang dengan sabar bolak balik hingga 6 kali bimbing kami dari mengumpulkan dokumen yang akan diarsipkan, memilah, memberkaskan, menentukan skema penata arsip, mendiskripsikan arsip, menyampul fisik arsip dengan dengan kertas kissing dan mengikat, manuver fisik berdasarkan diskripsi arsip yang meliputi kegiatan, mengelompokkan fisik arsip berdasarkan klasifikasi arsip, memberikan nomor definitive fisik arsip, menata fisik arsip ke dalam box, memberikan label pada box arsip, menentukan lokasi penyimpanan arsip hingga mengatur box arsip dalam rak dan menginput isi informasi deskripsi ke dalam Daftar Pencarian Arsip (DPA) Inaktif Dinas Sosial” tutur Hayatunnur. (HNZ)

HKSN 2019 NTB, Sumbawa Barat Raih 3 Penghargaan

HKSN 2019 NTB, Sumbawa Barat Raih 3 Penghargaan

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Jambore Pilar-Pilar Sosial tahun 2019 yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 10 s.d. 12 Desember 2019 di lapangan Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat berlangsung meriah dan sangat antusias diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan pilar-pilar sosial seperti SDM PKH, TAGANA, Pelopor Perdamaian, Karang Taruna, dan pilar-pilar sosial lainnya.

Pada kegiatan tersebut Kabupaten Sumbawa Barat berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus, yaitu:

1. Kabupaten dengan graduasi mandiri terbanyak.

2. SDM Unggul Pendamping Inovatif dan Kreatif (diberikan kepada Murniati Sailindra, S.P. sebagai Pendamping PKH Kecamatan Taliwang).

3. SDM Unggul Operator Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH (diberikan kepada Rifaid, S.T. sebagai Petugas Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH Kabupaten Sumbawa Barat).

Adapun keberhasilan dalam meraih ketiga penghargaan tersebut tidak lepas dari dukungan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat baik secara moril maupun materil, serta keikhlasan kejujuran dan kesungguhan SDM PKH selama proses pendampingan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK)

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK)

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internsianal (HDI) Tahun 2019 dilaksanakan oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum dan Aparatur (H. Abdul Malik). Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling ini adalah sarana pelayanan sosial yang bergerak untuk menjangkau lokasi Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sampai ke tingkat Desa/Kelurahan agar dapat memperoleh pelayanan sesuai dengan permasalahan yang dihadapinya dan mencarikan solusi terbaik. Sebagian besar yang menjadi sasaran adalah Penyandang Disabilitas, tapi tidak menutup kemungkinan bisa untuk PMKS/PPKS lainnya. Hakekat UPSK adalah suatu upaya untuk mempertemukan Penyandang Disabilitas dengan sistem sumber Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang meliputi : 1. Rujukan Pelayana Kesejahteraan Sosial melalui sistem dalam dan luar panti. 2. Rujukan kepada para penyelenggara Pelayanan Kesejahteraan Sosial/Pelayanan Rehabilitasi medik; Secara Kabupaten terdapat 1.248 orang Penyandang Disabilitas yang mendapatkan program Pariri Disabilitas tahun 2019 khususnya Kecamatan Brang Ene dan Poto Tano, jumlah penyandang disabilitas adalah masing-masing : a. Kecamatan Brang Ene sebanyak 63 penyandang disabilitas b. Kecamatan Poto Tano Sebanyak 119 penyandang disabilitas. Adapun maksudnya adalah pelaksanaan kegiatan UPSK dimaksud untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pemberian Pelayanan Sosial secara lebih merata serta adil kepada para penyandang disabilitas dan lanjut usia non potensial, dan adapun tujuannya adalah 1) Deteksi dini, konsultasi dan rekomendasi penanganan permasalahan serta penyebaran informasi tentang sistem sumber pelayanan sosial yang dapat diakses Penyandang Disabilitas; 2) Mendorong dan merangsang partisipasi masyarakat agar bersedia berperan aktif dalam penyelenggaraan upaya penanganan Penyandang Disabilitas. Waktu dan tempat pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin s/d Selasa, tanggal 9 s/d 10 Desember 2019 dan bertempat di Halaman Kantor Camat Brang Ene dan Kantor Camat Poto Tano.

Sambut HKSN, TAGANA KSB Gelar Donor Darah

Sambut HKSN, TAGANA KSB Gelar Donor Darah

TALIWANG – Dalam rangka menyambut Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019, TAGANA Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan donor darah pada Jum’at, 6 Desember 2019. kegiatan donor darah ini juga dirangkaikan dengan kegiatan senam sehat.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat yang dihadiri oleh seluruh karyawan Dinas Sosial, Ketua Dharma wanita Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pendamping PKH, Fasilitator SLRT, TKSK, dan KPM PKH.

Kegiatan donor darah mulai dilakukan pada pukul 08.00 dibantu tim medis dari RS Asy-Syifa. Dari kegiatan tersebut dapat mengumpulkan 15 kantong darah. Sebelumnya telah diadakan senam sehat dan pembagian doorprize.

Kegiatan seperti ini diusahakan akan dilakukan setiap 4 bulan sekali meskipun tidak harus dalam bentuk donor darah, bisa dalam bentuk bakti sosial lainnya, yang penting kegiatan yang dilakukan memiliki manfaat bagi orang banyak.

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diperingati setiap tanggal 20 Desember bertujuan sebagai cara untuk melestarikan dan mengembangkan nilai serta mengamalkan kesetiakawanan sosial dalam masyarakat sehingga bisa melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial. Selain itu, perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun ini mengambil tema “Kesetiakawanan Sosial Menembus Batas”.

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia Dan Penyandang Disabilitas

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia Dan Penyandang Disabilitas

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia dan Penyandang Disabilitas dilaksanakan oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dengan tujuan Meringankan beban bagi keluarga yang tidak mampu khususnya kebutuhan dasar Lansia dan Penyandang Disabilitas. Adapun outputnya adalah Meningkatkan kesejahteraan sosial bagi penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia dan Penyandang Disabilitas. Dari tahun 2017 dengan total jumlah 4.542 orang se-kabupaten Sumbawa Barat, dengan rincian Lansia 3.776 orang dan Penyandang Disabilitas 766 orang dan pada tahun 2018 bertambah dengan total jumlah 6.422 orang, dengan rincian Lansia 5305 orang, Penyandang Disabilitas 1117 orang dan untuk tahun 2019 bertambah menjadi 7.244 orang, dengan rincian Lansia 5978 orang dan Penyandang Disabilitas 1266 orang. Disamping itu Tim Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat tetap mengadakan verifali data setiap bulan sehingga terdapat pengurangan penerima yaitu, per-Desember 2019 dengan total jumlah 6.993 orang, pengurangan adalah 251 orang karena alasan meninggal dunia, sehingga data penerima sampai dengan Tahun 2019 per Desember 2019 adalah 6.993 penerima, rincian Lansia 5.765 orang dan Penyandang Disabilitas 1.228 orang.

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Perlindungan, Pemenuhan Hak, dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, pada hari senin tanggal 29 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh : Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Sosial KSB, Bappeda, BPKD, BKD, Dinas Dikpora, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Ketenegakerjaan dan Transimigrasi, Dinas Pemdes, Camat se-KSB, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Sekolah Luar Biasa (SLB), SDN Kejawat, Penggiat Seni, Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas dan Tim Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Adapun issue terkaiat Penyandang Disabilitas yaitu,

  • Belum tersediahnya sekolah khusus bagi Penyandang Disabilitas
  • Belum tersediahnya tenaga pendidik bagi penyandang Disabiitas / Anak memerlukan perlindungan khusus
  • Belum meratanya ketersedian aksesbilitas bagi penyandang Disabilitas di Instansi Pemerintah
  • Belum adanya wadah penyaluran bakat seni bagi penyandang Disabilitas
  • Belum jalan wadah pemberdayaan bagi penyandang Disabilitas
  • Perlunya pengembangan keahlian, keterampilan dan pelatihan bagi penyandang Disabilitas dalam upaya persiapan lapangan usaha dan kemandirian penyandang Disabilitas
  • Perlunya penciptaan iklim akan kebutuhan kepegawaian bagi penyandang disabilitas yang mempunyai kemampuan intelektual yang baik dan atau keahlian keterampilan sebagai Tenaga Kerja.

Tujuannya :

  • Mewujudkan upaya perlidungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas secara poptimal, penuh dan serta dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
  • Meningkatkan taraf kehidupan, kesejahteraan, kemandirian dan kualitas hidup Penyandang Disablitas
  • Melindungi Penyandang Disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan, dan segala tindakan diskriminatif, serta pelenggaran hak asasi manusia.
  • Memastikan pelaksanaan upaya perlindungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kempuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
  • Meningkatkan kemampuan, kepedulian, dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, serta peranserta pelaku usaha, masyarakat, Lembaga Kesejahteraan Sosial, dan/atau organisasi kemasyrakatan dalam perlindungan dan perberdayaan Penyandang Disabilitas secara melembaga dan berkelanjutan.
Kegiatan Petirahan Sosial Anak

Kegiatan Petirahan Sosial Anak

Kegiatan Petirahan Sosial Anak merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Rehabilitasi Sosial bekerja sama dengan Balai Sosial Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (BSPPSA) “Sasambo Matupa” di Narmada Lombok Barat. Kegiatan Petirahan Sosial Anak ini bergilir dilaksanakan, dengan tujuan Memantapkan dan meningkatkan fungsi dan peran sosial anak agar tumbuh kembang secara wajar dan meningkatkan prestasi belajar,  Membangun karakter anak peserta didik lebih mandiri dan disiplin, Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat dalam pembinaan kesejahteraan sosial anak, Mendorong peran serta keluarga dan msyarakat dalam usaha kesejahteraan sosial anak, Mencegah kelainan perilaku, kesulitan belajar dan mencegah putus asah sekolah serta mendukung program wajib belajar. Dan outputnya adalah Meningkatnya semangat belajar pada peserta didik, Meningkatnya prestasi belajar pada peserta didik, dan menurunnya jumlah kasus kenakalan pada pesrta didik. Pada tahun 2017, Dinas Ssoial Kabupaten Sumbawa Barat telah mengirim 2 sekolah sebagai perwakilan yaitu SD 09 Taliwang (19 anak) dan 1 guru pendamping dan MI (Madrasah Ibtiiyah) 26 anak dan 1 guru pendamping dengan  total jumlah 45 anak, dan pada tahun 2018 Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat juga telah mengirim 2 sekolah sebagai perwakilan yaitu SDN 02 Taliwang (24 anak) dan 1 guru pendamping dan SDN 13 (21 anak) dan 1 guru pendamping dengan total jumlah 45 anak. Untuk Tahun 2109 berdasarkan hasil rapat Tim Dinas Sosial dan Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat menetapkan Kecamatan  Taliwang yaitu SDN Perjuk 25 anak dan 1 guru pendamping dan Kecamatan Brang Rea yaitu SDN Seminar 22 anak dan 1 guru pendamping. Waktu dan tempat pelaksanaan. Kegiatan ini dilksanakan selama 29 hari kalender (kurang lebih satu bulan) yaitu pada tanggal 03 Oktober s/d 30 Oktober 2019 dan bertempat di Balai Sosial Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (BSPPSA) “ Sasambo Matupa” di Narmada, Lombok Barat.

Pertemuan Rutin Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan  Sosialisasi Kanker Serviks

Pertemuan Rutin Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kanker Serviks

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat kali ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 November 2019 pukul 14.00 wita di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Seluruh anggota rapat rutin DWP Dinas Sosial KSB telah menyepakati akan diadakan bukan hanya pertemuan rutin saja mulai tahun 2020 nanti, namun juga dirangkaikan dengan kegiatan lainnya seperti arisan rutin, pembagian dorprize bagi yang hadir, kegiatan Pusat Pembinaan Terpadu (Pusbindu) Institusi secara rutin pula, dan kegiatan lainnya yang bisa dirangkaikan dengan rapat rutin tersebut.

Pada pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB kali ini, dirangkaikan pula dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Narasumber kali ini juga merupakan Penasehat DWP Dinas Sosial KSB Ibu dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup besar. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lebih dari 40.000 jiwa penduduk Indonesia meninggal dikarenakan menderita kanker serviks dan kanker payudara. Wanita meninggal karena kanker serviks di dunia setiap 2 menit/orang, di Asia Pasifik setiap 4 menit/orang, dan sedangkan di Indonesia setiap 1 jam/orang. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke 23 Asia untuk angka kejadian kanker terbanyak. Biasanya penyebab kematian karena kanker terbanyak biasanya di Negara yang sedang berkembang.

Penyebab utama penyakit kanker (70%) yaitu Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Narasumber menuturkan “Faktor resiko kanker dikarenakan menikah pada usia muda (<20 tahun), banyak pasangan seksual, infeksi menular seksual, merokok dan defisiensi vit A,C,E. Maka dari itu kita harus hindari hal-hal tersebut diatas agar tidak terjadi pada kita dan keluarga kita”. Kanker dapat menular melalui Kontak Genetal (genetal-genetal, manual-genetal, oral-genetal), Ekstra Genetal (toilet bersama, handuk bersama) dan Vertical (dari ibu ke bayi pada saat melahirkan).

Adapun gejala-gejala kanker diantaranya :

  1. Tidak ada gejala pada stadium dini
  2. Perdarahan pervagina spontan atau setelah berhubungan
  3. Keputihan ( campur darah dan bau ) sulit sembuh
  4. Nyeri panggul
  5. Gangguan BAK
  6. Gangguan BAB
  7. Penurunan BB > 10% dalam 3 bulan
  8. Mual muntah

“Untuk pencegahan agar tidak terjadi kanker serfiks dan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara menghindari factor resiko, vaksinasi HPV tipe 16 dan 18 pada Usia 10-55 tahun dengan 3 dosis (bln ke 0,1,6 ) dan deteksi dini (Pap Smear dan IVA). Namun hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan deteksi dini yaitu dengan syarat sudah menikah, telah berhubungan sexual 3 tahun, usia > 18 tahun, 3 tahun sekali kecuali dg resiko dan setidaknya sekali dalam usia 35 tahun” tandas dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Dengan adanya pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara membuat peserta pertemuan tersebut lebih berhati-hati dan sedari dini mencegah agar penyakit kanker tersebut tidak menimpa pada diri sendiri dan keluarga. (hnz)