Uji Temu Arsip 3 Detik

Uji Temu Arsip 3 Detik

Hari Senin, 6 Januari 2020 pukul 08.30 Wita merupakan jadwal Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat yang di berikan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat dalam “Uji Temu Arsip 3 Detik”.

Tim Penguji kali ini adalah Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Drs. H. Syamsul Kamil, M.M., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dr. H. Syaifuddin, Pejabat Fungsional Arsiparis Yuyun Darmi, S.E., Dinas Arsip dan Perpustakaan KSB, dan Kepala Seksi Pengembangan Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan KSB.

Tim Teknis Penataan dan Pengelolaan Arsip di Lingkungan Dinas Sosial KSB Tahun 2019 yaitu Hayatunnur sebagai Penanggung Jawab Pengelola Arsip Inaktif Dinas, dan Anggota Pengelola Arsip Inaktif Dinas antara lain Losia Ulfah, A. Md., Sri Susanti, S.E., Desi Muslimatul Hasanah, S.E., Siti Maryam, dan Sumiati, A.Md.

Yang diuji dalam kegiatan ini adalah “Kecepatan dan Ketepatan dalam mencari arsip/berkas atau dokumen dalam waktu 3 minimal detik” dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dinyatakan berhasil. “Hal ini tentu saja tidak lepas dari bimbingan dan arahan Pejabat Fungsional Arsiparis Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Ibu Yuyun Darmi, SE., yang dengan sabar bolak balik hingga 6 kali bimbing kami dari mengumpulkan dokumen yang akan diarsipkan, memilah, memberkaskan, menentukan skema penata arsip, mendiskripsikan arsip, menyampul fisik arsip dengan dengan kertas kissing dan mengikat, manuver fisik berdasarkan diskripsi arsip yang meliputi kegiatan, mengelompokkan fisik arsip berdasarkan klasifikasi arsip, memberikan nomor definitive fisik arsip, menata fisik arsip ke dalam box, memberikan label pada box arsip, menentukan lokasi penyimpanan arsip hingga mengatur box arsip dalam rak dan menginput isi informasi deskripsi ke dalam Daftar Pencarian Arsip (DPA) Inaktif Dinas Sosial” tutur Hayatunnur. (HNZ)

HKSN 2019 NTB, Sumbawa Barat Raih 3 Penghargaan

HKSN 2019 NTB, Sumbawa Barat Raih 3 Penghargaan

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Jambore Pilar-Pilar Sosial tahun 2019 yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 10 s.d. 12 Desember 2019 di lapangan Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat berlangsung meriah dan sangat antusias diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan pilar-pilar sosial seperti SDM PKH, TAGANA, Pelopor Perdamaian, Karang Taruna, dan pilar-pilar sosial lainnya.

Pada kegiatan tersebut Kabupaten Sumbawa Barat berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus, yaitu:

1. Kabupaten dengan graduasi mandiri terbanyak.

2. SDM Unggul Pendamping Inovatif dan Kreatif (diberikan kepada Murniati Sailindra, S.P. sebagai Pendamping PKH Kecamatan Taliwang).

3. SDM Unggul Operator Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH (diberikan kepada Rifaid, S.T. sebagai Petugas Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH Kabupaten Sumbawa Barat).

Adapun keberhasilan dalam meraih ketiga penghargaan tersebut tidak lepas dari dukungan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat baik secara moril maupun materil, serta keikhlasan kejujuran dan kesungguhan SDM PKH selama proses pendampingan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK)

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK)

Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internsianal (HDI) Tahun 2019 dilaksanakan oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum dan Aparatur (H. Abdul Malik). Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling ini adalah sarana pelayanan sosial yang bergerak untuk menjangkau lokasi Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sampai ke tingkat Desa/Kelurahan agar dapat memperoleh pelayanan sesuai dengan permasalahan yang dihadapinya dan mencarikan solusi terbaik. Sebagian besar yang menjadi sasaran adalah Penyandang Disabilitas, tapi tidak menutup kemungkinan bisa untuk PMKS/PPKS lainnya. Hakekat UPSK adalah suatu upaya untuk mempertemukan Penyandang Disabilitas dengan sistem sumber Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang meliputi : 1. Rujukan Pelayana Kesejahteraan Sosial melalui sistem dalam dan luar panti. 2. Rujukan kepada para penyelenggara Pelayanan Kesejahteraan Sosial/Pelayanan Rehabilitasi medik; Secara Kabupaten terdapat 1.248 orang Penyandang Disabilitas yang mendapatkan program Pariri Disabilitas tahun 2019 khususnya Kecamatan Brang Ene dan Poto Tano, jumlah penyandang disabilitas adalah masing-masing : a. Kecamatan Brang Ene sebanyak 63 penyandang disabilitas b. Kecamatan Poto Tano Sebanyak 119 penyandang disabilitas. Adapun maksudnya adalah pelaksanaan kegiatan UPSK dimaksud untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pemberian Pelayanan Sosial secara lebih merata serta adil kepada para penyandang disabilitas dan lanjut usia non potensial, dan adapun tujuannya adalah 1) Deteksi dini, konsultasi dan rekomendasi penanganan permasalahan serta penyebaran informasi tentang sistem sumber pelayanan sosial yang dapat diakses Penyandang Disabilitas; 2) Mendorong dan merangsang partisipasi masyarakat agar bersedia berperan aktif dalam penyelenggaraan upaya penanganan Penyandang Disabilitas. Waktu dan tempat pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin s/d Selasa, tanggal 9 s/d 10 Desember 2019 dan bertempat di Halaman Kantor Camat Brang Ene dan Kantor Camat Poto Tano.

Sambut HKSN, TAGANA KSB Gelar Donor Darah

Sambut HKSN, TAGANA KSB Gelar Donor Darah

TALIWANG – Dalam rangka menyambut Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019, TAGANA Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan donor darah pada Jum’at, 6 Desember 2019. kegiatan donor darah ini juga dirangkaikan dengan kegiatan senam sehat.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat yang dihadiri oleh seluruh karyawan Dinas Sosial, Ketua Dharma wanita Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pendamping PKH, Fasilitator SLRT, TKSK, dan KPM PKH.

Kegiatan donor darah mulai dilakukan pada pukul 08.00 dibantu tim medis dari RS Asy-Syifa. Dari kegiatan tersebut dapat mengumpulkan 15 kantong darah. Sebelumnya telah diadakan senam sehat dan pembagian doorprize.

Kegiatan seperti ini diusahakan akan dilakukan setiap 4 bulan sekali meskipun tidak harus dalam bentuk donor darah, bisa dalam bentuk bakti sosial lainnya, yang penting kegiatan yang dilakukan memiliki manfaat bagi orang banyak.

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diperingati setiap tanggal 20 Desember bertujuan sebagai cara untuk melestarikan dan mengembangkan nilai serta mengamalkan kesetiakawanan sosial dalam masyarakat sehingga bisa melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial. Selain itu, perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun ini mengambil tema “Kesetiakawanan Sosial Menembus Batas”.

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia Dan Penyandang Disabilitas

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia Dan Penyandang Disabilitas

Program Penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia dan Penyandang Disabilitas dilaksanakan oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dengan tujuan Meringankan beban bagi keluarga yang tidak mampu khususnya kebutuhan dasar Lansia dan Penyandang Disabilitas. Adapun outputnya adalah Meningkatkan kesejahteraan sosial bagi penerima Jaminan Sosial Pariri Lansia dan Penyandang Disabilitas. Dari tahun 2017 dengan total jumlah 4.542 orang se-kabupaten Sumbawa Barat, dengan rincian Lansia 3.776 orang dan Penyandang Disabilitas 766 orang dan pada tahun 2018 bertambah dengan total jumlah 6.422 orang, dengan rincian Lansia 5305 orang, Penyandang Disabilitas 1117 orang dan untuk tahun 2019 bertambah menjadi 7.244 orang, dengan rincian Lansia 5978 orang dan Penyandang Disabilitas 1266 orang. Disamping itu Tim Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat tetap mengadakan verifali data setiap bulan sehingga terdapat pengurangan penerima yaitu, per-Desember 2019 dengan total jumlah 6.993 orang, pengurangan adalah 251 orang karena alasan meninggal dunia, sehingga data penerima sampai dengan Tahun 2019 per Desember 2019 adalah 6.993 penerima, rincian Lansia 5.765 orang dan Penyandang Disabilitas 1.228 orang.

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Perlindungan, Pemenuhan Hak, dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, pada hari senin tanggal 29 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh : Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Sosial KSB, Bappeda, BPKD, BKD, Dinas Dikpora, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Ketenegakerjaan dan Transimigrasi, Dinas Pemdes, Camat se-KSB, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Sekolah Luar Biasa (SLB), SDN Kejawat, Penggiat Seni, Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas dan Tim Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Adapun issue terkaiat Penyandang Disabilitas yaitu,

  • Belum tersediahnya sekolah khusus bagi Penyandang Disabilitas
  • Belum tersediahnya tenaga pendidik bagi penyandang Disabiitas / Anak memerlukan perlindungan khusus
  • Belum meratanya ketersedian aksesbilitas bagi penyandang Disabilitas di Instansi Pemerintah
  • Belum adanya wadah penyaluran bakat seni bagi penyandang Disabilitas
  • Belum jalan wadah pemberdayaan bagi penyandang Disabilitas
  • Perlunya pengembangan keahlian, keterampilan dan pelatihan bagi penyandang Disabilitas dalam upaya persiapan lapangan usaha dan kemandirian penyandang Disabilitas
  • Perlunya penciptaan iklim akan kebutuhan kepegawaian bagi penyandang disabilitas yang mempunyai kemampuan intelektual yang baik dan atau keahlian keterampilan sebagai Tenaga Kerja.

Tujuannya :

  • Mewujudkan upaya perlidungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas secara poptimal, penuh dan serta dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
  • Meningkatkan taraf kehidupan, kesejahteraan, kemandirian dan kualitas hidup Penyandang Disablitas
  • Melindungi Penyandang Disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan, dan segala tindakan diskriminatif, serta pelenggaran hak asasi manusia.
  • Memastikan pelaksanaan upaya perlindungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kempuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
  • Meningkatkan kemampuan, kepedulian, dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, serta peranserta pelaku usaha, masyarakat, Lembaga Kesejahteraan Sosial, dan/atau organisasi kemasyrakatan dalam perlindungan dan perberdayaan Penyandang Disabilitas secara melembaga dan berkelanjutan.
Kegiatan Petirahan Sosial Anak

Kegiatan Petirahan Sosial Anak

Kegiatan Petirahan Sosial Anak merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Rehabilitasi Sosial bekerja sama dengan Balai Sosial Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (BSPPSA) “Sasambo Matupa” di Narmada Lombok Barat. Kegiatan Petirahan Sosial Anak ini bergilir dilaksanakan, dengan tujuan Memantapkan dan meningkatkan fungsi dan peran sosial anak agar tumbuh kembang secara wajar dan meningkatkan prestasi belajar,  Membangun karakter anak peserta didik lebih mandiri dan disiplin, Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat dalam pembinaan kesejahteraan sosial anak, Mendorong peran serta keluarga dan msyarakat dalam usaha kesejahteraan sosial anak, Mencegah kelainan perilaku, kesulitan belajar dan mencegah putus asah sekolah serta mendukung program wajib belajar. Dan outputnya adalah Meningkatnya semangat belajar pada peserta didik, Meningkatnya prestasi belajar pada peserta didik, dan menurunnya jumlah kasus kenakalan pada pesrta didik. Pada tahun 2017, Dinas Ssoial Kabupaten Sumbawa Barat telah mengirim 2 sekolah sebagai perwakilan yaitu SD 09 Taliwang (19 anak) dan 1 guru pendamping dan MI (Madrasah Ibtiiyah) 26 anak dan 1 guru pendamping dengan  total jumlah 45 anak, dan pada tahun 2018 Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat juga telah mengirim 2 sekolah sebagai perwakilan yaitu SDN 02 Taliwang (24 anak) dan 1 guru pendamping dan SDN 13 (21 anak) dan 1 guru pendamping dengan total jumlah 45 anak. Untuk Tahun 2109 berdasarkan hasil rapat Tim Dinas Sosial dan Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat menetapkan Kecamatan  Taliwang yaitu SDN Perjuk 25 anak dan 1 guru pendamping dan Kecamatan Brang Rea yaitu SDN Seminar 22 anak dan 1 guru pendamping. Waktu dan tempat pelaksanaan. Kegiatan ini dilksanakan selama 29 hari kalender (kurang lebih satu bulan) yaitu pada tanggal 03 Oktober s/d 30 Oktober 2019 dan bertempat di Balai Sosial Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (BSPPSA) “ Sasambo Matupa” di Narmada, Lombok Barat.

Pertemuan Rutin Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan  Sosialisasi Kanker Serviks

Pertemuan Rutin Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kanker Serviks

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat kali ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 November 2019 pukul 14.00 wita di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Seluruh anggota rapat rutin DWP Dinas Sosial KSB telah menyepakati akan diadakan bukan hanya pertemuan rutin saja mulai tahun 2020 nanti, namun juga dirangkaikan dengan kegiatan lainnya seperti arisan rutin, pembagian dorprize bagi yang hadir, kegiatan Pusat Pembinaan Terpadu (Pusbindu) Institusi secara rutin pula, dan kegiatan lainnya yang bisa dirangkaikan dengan rapat rutin tersebut.

Pada pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB kali ini, dirangkaikan pula dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Narasumber kali ini juga merupakan Penasehat DWP Dinas Sosial KSB Ibu dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup besar. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lebih dari 40.000 jiwa penduduk Indonesia meninggal dikarenakan menderita kanker serviks dan kanker payudara. Wanita meninggal karena kanker serviks di dunia setiap 2 menit/orang, di Asia Pasifik setiap 4 menit/orang, dan sedangkan di Indonesia setiap 1 jam/orang. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke 23 Asia untuk angka kejadian kanker terbanyak. Biasanya penyebab kematian karena kanker terbanyak biasanya di Negara yang sedang berkembang.

Penyebab utama penyakit kanker (70%) yaitu Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Narasumber menuturkan “Faktor resiko kanker dikarenakan menikah pada usia muda (<20 tahun), banyak pasangan seksual, infeksi menular seksual, merokok dan defisiensi vit A,C,E. Maka dari itu kita harus hindari hal-hal tersebut diatas agar tidak terjadi pada kita dan keluarga kita”. Kanker dapat menular melalui Kontak Genetal (genetal-genetal, manual-genetal, oral-genetal), Ekstra Genetal (toilet bersama, handuk bersama) dan Vertical (dari ibu ke bayi pada saat melahirkan).

Adapun gejala-gejala kanker diantaranya :

  1. Tidak ada gejala pada stadium dini
  2. Perdarahan pervagina spontan atau setelah berhubungan
  3. Keputihan ( campur darah dan bau ) sulit sembuh
  4. Nyeri panggul
  5. Gangguan BAK
  6. Gangguan BAB
  7. Penurunan BB > 10% dalam 3 bulan
  8. Mual muntah

“Untuk pencegahan agar tidak terjadi kanker serfiks dan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara menghindari factor resiko, vaksinasi HPV tipe 16 dan 18 pada Usia 10-55 tahun dengan 3 dosis (bln ke 0,1,6 ) dan deteksi dini (Pap Smear dan IVA). Namun hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan deteksi dini yaitu dengan syarat sudah menikah, telah berhubungan sexual 3 tahun, usia > 18 tahun, 3 tahun sekali kecuali dg resiko dan setidaknya sekali dalam usia 35 tahun” tandas dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Dengan adanya pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara membuat peserta pertemuan tersebut lebih berhati-hati dan sedari dini mencegah agar penyakit kanker tersebut tidak menimpa pada diri sendiri dan keluarga. (hnz)

Puncak Hari Lahir KSB ke-16, 500 Penari Ikut Berpartisipasi  dengan Tarian Lumpur pada Festival Taliwang

Puncak Hari Lahir KSB ke-16, 500 Penari Ikut Berpartisipasi dengan Tarian Lumpur pada Festival Taliwang

Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat yang ke-16 kali ini dipusatkan di lapangan Bentiu, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Namun sebelum puncak Harlah yang jatuh pada tanggal 20 November berbagai event telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Terkait yang bekerjasama dengan Institut Seni Surakarta dengan rangkaian acara yang bernama Festival Taliwang.

Kegiatan Festival Taliwang dilaksanakan dari tanggal 13 sampai dengan 24 November 2019 dengan rangkaian acara diantaranya tanggal 13-19 November diadakan Bazar Kuliner Etnis Ontar Telu, 13-20 November Lomba Fotografi, tanggal 13-16 November Pawai Budaya yang diikuti oleh siswa-siswi TK, SD, SLTP, SLTA, 13-16 November Pentas/Lomba Seni Budaya, 18 November Pawai Teknologi Budaya yang diikuti oleh Instansi Pemerintahan/OPD, Umum dan Kalangan berbagai macam Etnis (Jawa, Sasambo, Bali, dll), 19 November sarasehan budaya Barampok ano rawi, 20 November Festival Taliwang.

Bupati Sumbawa Barat DR. Ir. H. W. Musyafirin, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa, Festival Taliwang masuk ke dalam Kalender Nasional Regional III di Nusa Tenggara Barat. Beliau juga mengucapkan selamat datang dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua tamu undangan yang telah hadir dalam Peringatan Harlah KSB.

Bupati menuturkan “InsyaAllah untuk tahun berikutnya nanti, maha karya yang apik ini akan menjadi spirit bagi landasan yang besar agar KSB lebih bangkit lagi, bersinergi, dan berbudaya. Mari kita lanjutkan perjuangan para pejuang KSB dengan cara merajut persatuan dan kesatuan, serta saling bergandeng tangan tangan untuk masyarakat yang unggul”.

“Luar biasa, setiap saya datang ke KSB pasti selalu tampil beda dan lebih maju lagi. KSB berani dan ingin maju, kami ingin apa yang diambil harus dikelola oleh KSB. Bahan mentah harus dikelola di daerah sendiri”, jelas Gubernur NTB Zulkiflimansyah, S. E., M. Sc.

Dalam kesempatan ini pula, Dirjen Dukcapil Prof. DR. Sudan Arif Fahrullah, SH., MH., juga salut pada KSB yang tumbuh menjadi gadis yang cantik yang membuat semua orang kagum. Beliau juga menuturkan  kalau KSB sudah banyak sekali menyabet penghargaan. Banyak pula destinasi wisata baru di KSB mulai terexpose. Maka besar harapan beliau agar Kementrian Pariwisata mengalokasikan dana khusus pariwisata dapat diberikan untuk KSB agar destinasi wisata di KSB dapat dikelola dan dikembangkan lebih maju lagi.

Selain Bupati, Wakil Bupati, Gubernur NTB dan Dirjen Dukcapil, hadir pula Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata dari Kementrian Pariwisata, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-NTB, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim Sumbawa Barat, Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Kepala Pengadilan Agama, Rektor ISI Surakarta, President Direktur AMNT, Sekda KSB, Asisten Setda KSB, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Kades, Lurah, ASN, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Budaya, Agen PDPGR dan warga KSB.

Setelah itu, 500 penari lumpur seni Taliwang yang terdiri dari siswa-siswi SD, SLTP, SLTA dan umum memeriahkan Festival Taliwang kali ini yang telah dibina oleh Institut Seni Surakarta. Penari mebawakan berbagai macam tarian, antara lain tari banteng beringas, konser music garap baru, tarian karapan kebo, iring kebo lumpur seni, tarian kolong, da tak lupa pula menampilkan sakeco diatas kebo. (hnz)

Lomba Masak Nasi Goreng Berpasangan

Lomba Masak Nasi Goreng Berpasangan

Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke-20 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumbawa Barat telah menyelenggarakan kegiatan “Lomba Masak Nasi Goreng Berpasangan” antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebelum melaksanakan “Lomba Masak Nasi Goreng Berpasangan” seluruh perwakilan dari OPD mengikuti technical metting yang dilaksanakan pada hari Senin, 25 November 2019. Dalam technical metting tersebut telah disepakati ketentuan dan persyaratan perlombaan, diantaranya:

  1. Peserta harus berpasangan antara Penasehat dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat atau berpasangan Suami-Istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Dharma Wanita Persatuan;
  2. Nasi, bahan garnis dan bumbu dapur disediakan oleh Panitia;
  3. Piring penyajian, piring cicip, gelas, sendok dan garpu, wajan dan sutil dibawa oleh peserta;
  4. Waktu masak nasi goreng 20 menit dengan ketentuan Suami yang memasak dengan atau tanpa arahan sang Istri dan Istri juga mempunyai tugas membuat garnis;
  5. Ibu Dharma Wanita yang mengikuti lomba harus menggunakan Pakaian Batik DWP Nasional dan Suami boleh menggunakan pakaian seragam kerja (putih-hitam).

Kegiatan tersebut diatas telah dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November 2019 pada pukul 08.00 wita sampai selesai dan berlokasi di Lapangan Graha Fitrah Komplek Kemutar Telu Center. “Lomba Masak Nasi Goreng Berpasangan” kali ini di ikuti oleh 40 pasangan peserta DWP se-Kecamatan dan OPD Kabupaten Sumbawa Barat. Dinas Sosial mampu menyabet Juara Harapan I yang diwakili oleh Burhan Daeng Mangago, S.Pi., M.Si., berserta Istri Ely Purnamawati, S.Kep., Ners. “Garnis DWP Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat cantik, kreatif, dan padu padan warnanya lengkap dan tidak terlalu ramai hingga mampu menghidupkan citarasa dan gairah makan nasi gorengnya” papar Erziawaty, SKM selaku Dewan Juri. (hnz)