Calon Diplomat, Syifa Fauziah Anak PKH Berprestasi di Kota Bogor

Calon Diplomat, Syifa Fauziah Anak PKH Berprestasi di Kota Bogor

Pemaparan kisah penyandang disabilitas yang mempunyai segudang prestasi , dialah seorang gadis cantik dengan nama Syifa Fauziah , anak penerima PKH di Kelurahan Loji, kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.
Pada tanggal 14 April 1997, telah lahir anak dari pasangan suami istri Syaiful Khahfi (pekerjaan buruh), dan Siti Romlah dan diberikan nama Syifa Fauziah.
Walaupun anak mereka lahir dalam keadaan cacat fisik, kedua orang tua mereka merawat syifa fauziah penuh dengan kasih sayang dan sentuhan sentuhan disiplin kerja dan cara pandang hidup yang positif dan penuh semangat, sehingga bayi syifa tumbuh dengan kecerdasan dan kecantikan layaknya anak anak normal lainnya.
Sesudah melewati masa balita,tibalah syifa masuk usia sekolah, dimana syifa mulai menampakan prestasi di sekolah dari mulai tingkat dasar sampai dengan saat ini. Kedua orang tua syifa memasukan syifa ke sekolahyang berlandaskan agama, yakni Madrasah Ibtidayah, karena pemikiran kedua orang tua Syifa ,agama adalah hal yang sangat penting untuk bekal masa depan anak anaknya.
Syifa kecil sudah di didik oleh kedua orang tuanya menjadi anak yang disiplin, mandiri dengan berjualan makanan ke sekolah untuk menambah uang saku dirinya karenaketerbatasan ekonomi keluarga. Ayah yang hanya berprofesi sebagai buruh dan dirinya menyandang disabilitas tidak membuat dirinya minder,dikarenakan orang tuanya selalu memberikan motivasi dan semangat untuk tetap percaya diri walaupun kondisi fisik berbeda dengan anak anak lainnya.
Cinta kasih sayang dari kedua orang tua dan penerimaan akan kekurangan kondisi fisiknya yang menyebabkan rasa percaya diri syifa sangat tinggi. Prestasi demi prestasi diraihnya dengan cemerlang, walaupun pada awal sekolah ada ejekan dan lirikan yang menganggap remeh karena dirinya cacat fisik, tetapi karena kesabaran, kasih sayang dan dukungan orang tua agar tidak perlu menghiraukan semua itu ,syifa dapat membuktikan kepada teman temannya bahwa dia anak yang sangat spesial. Seiring dengan berjalannya waktu serta prestasi demi prestasi dapat diaraih, jika dgali lagi oleh SP , hal yang sangat menjadi.Saat orang tua syifa masih menjadi peserta pkh karena syifa masih mempunyai adik kembar yang masih sekolah. Demikian juga dengan adik kembarnya yang mempunyai segudang prestasi disekolahnya.
Catatan buat saya adalah : Orang tuanya tidak pernah memaksa maksa ,menekan untuk belajar tetapi orang tuanya mendidik disiplin, mandiri, taat kepada agama,dengan contoh perilaku kedua orang tuanya perkataan sesuai dengaan perbuatan. ( Materi Modul 1 Session 1, Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik )
Lompatan lompatan prestasi banyak diraih walau keterbatas ekonomi, dimulai berjualan makanan di sekolah, karena dikasih bekal sehari hari terbatas, cukup tidak cukup harus cukup
Proses mencapai kursi kuliah diawali dengan mengikuti Program dari Kementrian agama beasiswa ke negara Jepang tetapi gagal dikarenakan nilai Bahasa Inggrisnya masih kurang , mencoba lagi ikut test bidik misi UI/UNJ jurusan Hubungan Internassional tetapi gagal, selanjutnya pada suatu hari ada tawaran beasiswa dari Universitas Tanri Abeng tetapi tidak diambil dikarena kedua orang tua mengijinkan.Mulailah syifa berpikir untuk mewujudkan cita citanya sebagai diplomat dengan mengikuti test di Universitas Pakuan Bogor dengan akreditasi A, jurusan Hukum dan diterima,mulailah syifa resmi menjadi mahasiswi Universitas Pakuan jurusan Hukum dan nilai prestasi semester 1 dengan IPK 4 ( fantastis).
Pada semester awal tidak ada beasiswa, tetapi memasuki semester 4, syifa mendapatkan beasiswa dari Kemendistek Dikti hanya 1x beasiswa,selanjutnya ikut test tahap 1 beasiswa dari BCA Finance dan alhamdulilah lolos mendapatkan beasiswa sebesar 3.000.000/ 1 semester ( info dari selebaran brosur di jakarta dan mendaftarkan diri secara online dan terpilih ). Demikian Catatan Harian saya hari ini ,Semoga anak anak PKH lainnya dan anak anak kita semua dapat menjadi anak berprestasi seperti hal syifa fauziah, Aamiin YRA
BIODATA
Syifa Fauziah
Bogor, 14 April 1997
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor
20 Tahun
A (+)
Satu (1) dari (Tiga) Bersaudara
130 cm
35 kg
: TK Al-Falakiyyah
: Madrasah Ibtidaiyah Al-Falak
: Madrasah Tsanawiyah Al-Falak
: Madrasah Aliyah Al-Falak
: Fakultas Hukum Universitas Pakuan
  Riwayat Pendidikan :
– 2002-2003
– 2003-2009
– 2009-2012
– 2012-2015
– 2015- Sekarang
Riwayat dan Pengalaman Organisasi :
– Anggota OSIS MTs Al-Falak 2011-2012
– Anggota OSIS MA Al-Falak 2013-2014
– Anggota Pramuka MA Al-Falak
– Ketua Komunitas Recycle Art MA Al-Falak 2013
– Ketua OSIS MA Al-Falak 2014-2015
– Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Debat Merah Putih (UKM DMP) FH Unpak 2015- Sekarang
– Ketua Wakil Kelembagaan II (Bidang Kajian Hukum dan Bidang Kemahiran Debat) UKM DMP FH Unpak 2017-2018
– Anggota PAW Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FH Unpak 2016-2017
– Sekretaris Komisi A Bidang Kesejahteraan BLM FH Unpak 2017-2018
– Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa FH Unpak 2018-Sekarang
Pengalaman dan Prestasi :
– IPK Sementara 4.00 (Semester 1 – sekarang)
– Penghargaan Siswa Berprestasi keluarga penerima PKH Bank BNI
– Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah “Berawal dari Tulisan Menuju Kesuksesan” FH
Unpak 2017
– Penerima Beasiswa BCA Finance Tahun 2017
– Juara harapan II Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas 2017
– Peserta Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia
Tahun 2016 Tahap Nasional oleh Mahkamah Konstitusi
– Perempat Finalis Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-
Indonesia Tahun 2016 Tahap Regional Barat
– Peserta Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat dalam Program “2013 Indonesia-US
Youth Leadership Program” (I-US YLP 2013)
– Juara I Kompetisi Matematika “Bintang Matematika” MI Al-Falak 2008
– Juara I Lomba Mewarnai Ms Al-Falah Yayasan Al-Huda Tahun 2003
– Peserta Didik Terbaik Ke-1 MA Al-Falak Lulusan Tahun 2014/2015
– Peringkat I Kelas X, Kelas XI, Kelas XII MA Al-Falak
– Siswa Terbaik Perempuan MTs Al-Falak Tahun 2011/2012
– Peringkat I Kelas VIII, dan Kelas IX MTs Al-Falak
– Peringkat II Kelas VII MTs Al-Falak
– Peringkat III Kelas V dan Kelas VI MI Al-Falak
– Peringkat I Kelas IV MI Al-Falak
– Peringkat II Kelas I, Kelas II, dan Kelas III MI Al-Falak
Keserasian Sosial, Mensos Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kapela

Keserasian Sosial, Mensos Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kapela

Belu, NTT (5 April 2018) – Menteri Sosial Idrus Marham melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kapela di Desa Maudemo Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu. “Pembangunan Kapela ini sebagai bentuk peningkatan kohesifitas antar warga masyarakat, karena pembangunannya dikerjakan oleh masyarakat secara bergotong royong,” ujar Mensos.

Menteri Sosial menyerahkan bantuan sosial Keserasian Sosial sebesar 150 juta masyarakat Desa Maudemo. “Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat dapat hidup rukun sehingga bibit-bibit konflik yang ada bisa dihilngkan,” ujar Mensos di Belu (5/4).

Dengan dibangun kapela/rumah ibadah, masyarakat dapat melaksanakan ibadah lebih dekat. “Saat ini kalau mau beribadah mereka harus ke Atambua yang memakan waktu tempuh sekitar satu jam. Dengan dibangunnya kapel ini diharapkan mereka dapat beribadah didaerah sendiri,” harap Idrus.

Mensos juga memberikan bantuan untuk penguatan kearifan lokal sebesar 50 juta kepada kelompok sanggar tari Lolok di Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu.

Idrus mengatakan bahwa penguatan kearifan lokal merupakan upaya membangun nilai-nilai budaya lokal sebagai media dalam pencegahan konflik sosial di masyarakat.

Turut mendampingi Mensos, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Andi ZA. Dulung, Kepala Badan Diklitpensos Harry Z. Soeratin, Plt. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazarudin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto serta para pejabat Eselon II terkait.

Sementara itu, Harry Hikmat mengatakan bahwa pergeseran paradigma penanganan konflik dari paradigma keamanan menuju pencegahan menjadi inisiatif utama terbentuknya Kampung Keserasian Sosial.

Kampung Keserasian Sosial merupakan program pencegahan konflik yang bertujuan membangun dan memperkuat kerukunan warga untuk menciptakan harmonisasi sosial di masyarakat pada daerah rawan konflik di Indonesia, tambah Harry.

Kategori: 
Penulis Berita: 
Ria
Fotografer: 
Wawan
Penyandang Disabilitas Mental (PDM) terlantar dan Korban Pasung pun masih bisa produktif”

Penyandang Disabilitas Mental (PDM) terlantar dan Korban Pasung pun masih bisa produktif”

PSBL Phala Martha melaksanakan penjangkauan pelayanan rehabilitasi sosial PDM di LKS Aura Welas Asih Pelabuhan Ratu Sukabumi (05/04 2018).
Dalam kegiatan tersebut PSBL Phala Martha memberikan bantuan alat dan bahan keterampilan pembuatan keset kepada LKS. Tidak hanya sebatas pemberian alat keterampilan, Tim Penjangkauan PSBL Phala Martha juga melaksanakan bimbingan dan pendampingan dalam pembuatan keset kepada para PDM dan Pendamping LKS Aura Welas Asih.

Para PDM dan Pendamping sangat antusias dan semangat mengikuti praktik pembuatan keset hingga dapat menyelesaikan 5 buah keset pada kegiatan ini. Kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan bulan Juni 2018 berupa bimbingan keterampilan pertanian dan teknis pelayanan rehabilitasi sosial.

Kepala PSBL Phala Martha, Neni Riawati menyampaikan bahwa keterampilan keset yang diberikan merupakan bagian dari proses rehabilitasi bagi PDM. Dimana dalam keterampilan tersebut akan berlangsung proses komunikasi, interaksi, gerak motorik kasar dan halus, melatih daya ingat serta melatih fokus konsentrasi. Diharapkan melalui kegiatan ini, PDM bisa mandiri dan membantu kebutuhan dasar PDM yang berada di LKS.

Ketua LKS Aura Welas Asih, Denny mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PSBL Phala Martha. Denny menyampaikan bahwa kegiatan inilah yang sangat ditunggu dan dinantikan kehadirannya di LKS untuk mengisi waktu luang bagi para PDM yang tinggal di LKS.

Lebih lanjut Denny menyampaikan ucapan terima kasih kepada PSBL Phala Martha yang selama ini telah banyak membantu serta membimbing LKS Aura Welas Asih.

Neni juga menambahkan agar kegiatan ini terus berlanjut demi mendukung terwujudnya keberfungsian sosial para PDM terlantar dan korban pemasungan.

Penulis : Andi Hastono/Jerry
Fotografer : Andry Permana

Penulis Berita: 
Andi Hastono/Jerry
Fotografer: 
Andri Permana