Pertemuan Rutin Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kanker Serviks

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat kali ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 November 2019 pukul 14.00 wita di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Seluruh anggota rapat rutin DWP Dinas Sosial KSB telah menyepakati akan diadakan bukan hanya pertemuan rutin saja mulai tahun 2020 nanti, namun juga dirangkaikan dengan kegiatan lainnya seperti arisan rutin, pembagian dorprize bagi yang hadir, kegiatan Pusat Pembinaan Terpadu (Pusbindu) Institusi secara rutin pula, dan kegiatan lainnya yang bisa dirangkaikan dengan rapat rutin tersebut.

Pada pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB kali ini, dirangkaikan pula dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Narasumber kali ini juga merupakan Penasehat DWP Dinas Sosial KSB Ibu dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup besar. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lebih dari 40.000 jiwa penduduk Indonesia meninggal dikarenakan menderita kanker serviks dan kanker payudara. Wanita meninggal karena kanker serviks di dunia setiap 2 menit/orang, di Asia Pasifik setiap 4 menit/orang, dan sedangkan di Indonesia setiap 1 jam/orang. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke 23 Asia untuk angka kejadian kanker terbanyak. Biasanya penyebab kematian karena kanker terbanyak biasanya di Negara yang sedang berkembang.

Penyebab utama penyakit kanker (70%) yaitu Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Narasumber menuturkan “Faktor resiko kanker dikarenakan menikah pada usia muda (<20 tahun), banyak pasangan seksual, infeksi menular seksual, merokok dan defisiensi vit A,C,E. Maka dari itu kita harus hindari hal-hal tersebut diatas agar tidak terjadi pada kita dan keluarga kita”. Kanker dapat menular melalui Kontak Genetal (genetal-genetal, manual-genetal, oral-genetal), Ekstra Genetal (toilet bersama, handuk bersama) dan Vertical (dari ibu ke bayi pada saat melahirkan).

Adapun gejala-gejala kanker diantaranya :

  1. Tidak ada gejala pada stadium dini
  2. Perdarahan pervagina spontan atau setelah berhubungan
  3. Keputihan ( campur darah dan bau ) sulit sembuh
  4. Nyeri panggul
  5. Gangguan BAK
  6. Gangguan BAB
  7. Penurunan BB > 10% dalam 3 bulan
  8. Mual muntah

“Untuk pencegahan agar tidak terjadi kanker serfiks dan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara menghindari factor resiko, vaksinasi HPV tipe 16 dan 18 pada Usia 10-55 tahun dengan 3 dosis (bln ke 0,1,6 ) dan deteksi dini (Pap Smear dan IVA). Namun hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan deteksi dini yaitu dengan syarat sudah menikah, telah berhubungan sexual 3 tahun, usia > 18 tahun, 3 tahun sekali kecuali dg resiko dan setidaknya sekali dalam usia 35 tahun” tandas dr. Hj. Dwidia Merthasari Syaifuddin.

Dengan adanya pertemuan rutin DWP Dinas Sosial KSB yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara membuat peserta pertemuan tersebut lebih berhati-hati dan sedari dini mencegah agar penyakit kanker tersebut tidak menimpa pada diri sendiri dan keluarga. (hnz)